Trading Plan Agar Profit Konsisten

Trading plan merupakan sebuah sistem trading yang digunakan oleh seorang trader saat melakukan transaksi trading agar bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Trading plan sangat berguna untuk membantu trader agar tetap fokus dan konsisten pada planning awal sebelum melakukan trading. Untuk seorang trader keberadaan trading plan sangat dibutuhkan untuk membantu mendapatkan hasil trading yang konsisten setiap harinya.

Hasil trading yang konsisten setiap harinya lebih baik dibandingkan dengan hasil trading yang fantastis dalam satu hari, tetapi tidak bisa mengulanginya lagi dikemudian hari. Akan tetapi akan lebih baik lagi jika hasil tradaing yang fantastis dan dapan mengulanginya setiap hari dengan konsisten. Keberadaan trading plan ini diharapkan bisa mengkonsistenkan profit yang telah dicapai. Sebuah trading plan yang baik, disusun berdasarkan pengalaman dan menggunakan metode yang sesuai dengan tujuan akhir yang diharapkan oleh trader.

Bacaan Lainnya

Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam trading adalah disiplin. Dengan adanya trading plan ini diharapkan seorang trader memiliki panduan dalam disiplin selama melakukan trading. Oleh karena itu, dalam pembuatan tradingplan harus dibuat secara benar dan obyektif agar bisa melatih disiplin trader untuk menaati kaidah-kaidah yang sudah tertuang dalam planning nya.

Jika kita memaksakan melakukan trading dengan banyak variable teknikal ataupun data fundamental yang digunakan maka hasil trading yang didapatkan semakin tidak konsisten. Hal ini merupakan rintangan psikologis yang harus dihadapi oleh seorang trader. Rintangan berikutnya adalah kesabaran seorang trader untuk menunggu waktu open posisi yang tepat. Kesabaran menunggu sinyal yang terbentuk oleh pasar akan meningkatkan peluang kesuksesan dan percaya diri trader. Dengan bertambahnya kepercayaan diri trader, akan tercipta rintangan psikologi yang lainnya. Percaya diri yang berlebihan dalam melakukan trading perlu dihindari, karena akan merusak trading plan yang telah dibuat.

Untuk trader yang memiliki jam terbang masih rendah akan terlihat perbedaannya dangan trader profesional dalam mengelola rintangan psikologi ini. Cara terbaik agar mengirangi keterlibatan emosional dalam trading adalah dengan membuat tradingplan yang definitif dengan skenario trading yang jelas mengenai apa saja hal yang boleh diambil untuk menghadapi setiap perubahan market.

Ada pula trader yang tidak menggunakan rencana trading saat akan melakukan trading bukan karena tidak memiliki rencana trading tetapi karena masih tidak tahu bagaimana cara membuat rencana trading dan apa isi dari rencana trading itu sendiri. Sebenarnya tidak ada kriteria khusus dalam pembuatan trading plan. Sebenarnya trading plan yang baik untuk kita adalah yang bisa dengan nyaman kita terapkan dan sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang kita miliki tentang pasar. Tidak harus rumit dan berbelit-belit, point terpenting yang harus diingat adalah kita harus dengan serius dan bersungguh-sungguh menerapkan trading plan setiap melakukan open posisi.

Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam penyusunan trading plan.

  1. Tentukan strategi untuk entry. Tentukan cara atau teknik terbaik dari pengalaman sendiri dalam melakukan open posisi pada berbagai kondisi market. Tentunya diluar sana banyak sekali teknik entry yang digunakan trader, pilih salah satu saja. Jika sudah ditentukan, maka tanamkan dalam hati bahwa teknik entry ini adalah terbaik untuk kondisi pasar tertentu. Hal yang perlu dicatat adalah untuk mengetahui kondisi pasar dibutuhkan jam terbang tersendiri.
  2. Tentukan risk/reward ratio. Skenario risk management ini harus diterapkan pada setiap akan melakukan open posisi. Pastikan pengambilan parameter sizing sudah sesuai dengan balance yang tersedia
  3. Tentukan target stop loss. Terdengan sangat sepele untuk menentukan posisi stop loss ini. Tetapi kondisinya akan berbeda jika posisi kita sudah ter-floating cukup banyak. Oleh karena ini, sebelum melakukan open posisi tentukan dulu stop loss yang akan kita sepakati. Kesalan menentukan posisi stop loss bisa mengakibatkan akun menjadi MC.
  4. Tentukan strategi exit atau take profit. Exit target juga harus sudah ditentukan sebelum melakukan positioning sesuai dengan reward yang diinginkan.  Jangan menentukan exit level saat trade sedang berlangsung, karena akan mengikutkan emosi dalam memutuskannya. Penentuan exit posisi sebelum melakukan trading akan lebih obyektif dibandingkan dengan menentukannya setelah melakukan trade.
  5. Buat jurnal dan catat untuk melakukan evaluasi. Setiap posisi yang telah di close baik menghasilkan profit atau loss catatlah kedalam jurnal. Pembuatan jurnal ini berfungsi untuk melakukan evaluasi atas trading plan yang telah kita buat dan jalankan. Lakukan perbaikan jika pada jurnal terdapat kekurangan pada trading plan kita. Begitu pula jika ditemukan kelebihan kita bisa mempertahankam atau meningkatkan kelebihan tersebut.

Semoga artikel yang membahas tentang pembuatan trading plan ini bisa membantu trader dalam membuat trading plan nya masing-masing. Semoga bermanfaat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *