Teori Charles Dow (Part 2)

  • Whatsapp

teori-charles-dow-part-2
Dow Theory Is Not Infallible

Asumsi ketiga adalah: bahwa teori dow tidaklah sempurna. Hamilton dan Dow mengakui bahwa Teori Dow bukan cara yang pasti untuk mengalahkan pasar.

Bacaan Lainnya

Teori tersebut hanya dipandang sebagai seperangkat pedoman maupun prinsip-prinsip untuk membantu investor serta traders dengan pembelajaran diri mereka sendiri terhadap pasar. Teori Dow hanya memberikan mekanisme cara berpikir bagi investor, untuk membantu menghilangkan sebagian emosi saja.
Investor tidak boleh dipengaruhi oleh keinginan mereka sendiri. Ketika menganalisis pergerakan pasar, pastikan untuk berpikir objektif dan lihatlah apa yang ada di sana, bukan apa yang menjadi keinginan terhadap pasar.

Teori Dow menyediakan mekanisme-mekanisme bagi trader untuk membuat keputusan dalam mengurangi ketidakjelasan. Suatu metode untuk mengidentifikasi tren utama/primer secara lebih jelas.

Meskipun teori ini tidak dimaksudkan untuk trading jangka pendek, namun masih cukupbernilai bagi para trader. Tidak peduli jangka waktu, Dow Teori selalu dapat digunakan untukmengidentifikasi tren utama.Menurut Hamilton, mereka yang berhasil menerapkan Teori Dow jarang melakukan trading lebih dari empat atau lima kali dalam setahun. Perlu diingat bahwa pergerakan secara intraday, harian maupun jangka menengah rentan akan manipulasi, tetapi primary trend kebal dari manipulasi.

Hamilton dan Dow tidak khawatir tentang beberapa poin (entry level), atau untuk mendapatkan harga atas maupun harga bawah yang pas. Perhatian utama mereka hanya tertuju pada gerakan-gerakan besar.

Baik Hamilton dan Dow merekomendasikan pasar yang berbasis secara harian, tetapi mereka juga meminimalkan efek anomali pergerakan dengan berkonsentrasi pada tren utama (primary).

Teori pertama terkait dengan pergerakan pasar atau biasa disebut dengan trend. Charles Dow dan Hamilton mengidentifikasi bahwa terdapat tiga jenis tren di pasar, studi tersebut mengacu pada indeks Industrial dan indeks transportasi Dow Jones pada masa itu.

Terdapat 3 jenis tren atau pergerakan yang ada di pasar, yakni pergerakan tren primer (primary movement), pergerakan tren sekunder (secondary movement), dan fluktuasi harian (daily fluctuations).

Primary MovementPergerakan tren primer disebut juga dengan tren utama, yang merupakan dasar dari suatu pergerakan di suatu pasar secara lebih luas maupun menyeluruh. Tren primer dapat terjadi dalam hitungan bulan maupun tahun.

Melalui serangkaian pedoman, Teori Dow dapat digunakan untuk membantu para investor dalam mengidentifikasi arah gerak pasar berdasarkan tren utama dan menjadikan pijakan dalam berinvestasi.

Di dalam tren primer, pasar biasanya bergerak naik (bull) maupun turun (bear). Arah dari tren utama memiliki kecenderungan untuk terus berlanjut hingga terdapat sinyal-sinyal yang menunjukkan adanya pembalikan pembalikan arah.

Hamilton berkeyakinan bahwa panjang maupun durasi dari tren primer sebagian besar tidak dapat ditentukan.

Banyak trader maupun investor terpaku pada target harga dan waktu tertentu. Kenyataannya, tidak ada yang tahu di mana dan kapan tren utama tersebut akan berakhir. Dengan kata lain, mencoba memprediksi panjang dan durasi tren merupakan hal yang sia – sia.

Hamilton dan Dow lebih tertarik menangkap gerakan-gerakan besar yang ada di pasar melalui tren primer. Sukses, menurut Hamilton dan Dow diukur dari kemampuan untuk mengidentifikasi tren primer dan tetap berinvestasi sesuai dengan arah tren utama tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *