MUDAHNYA INVESTASI DI REKSADANA

  • Whatsapp

MUDAHNYA INVESTASI DI REKSADANA – Tepatnya tahun 2008, saat itu ramai sekali di surat kabar baik cetak maupun elektronik bahwa Indonesia akan menghadapi krisis ekonomi seperti tahun 1998. Saking banyaknya televisi yang memberitakan hal itu, penulis penasaran apa benar krisis akan terjadi? Ditelusurilah semua berita tentang ekonomi mulai dari Koran sampai googling di internet. Ternyata benar hampir semua berita yang didapat berisi tentang pemutusan hubungan kerja, melemahnya rupiah, pasar saham yang pada anjlok dan banyak fund manajer reksadana yang rugi besar-besaran akibat banyaknya nasabah yang menjual unit pemilikan reksadananya. Tapi ada satu head line disalah satu media elektronik yang membuat penulis penasaran judulnya kalo tidak salah ingat “Krisis Datang, Saat yang Tepat untuk Investasi Reksadana”. Di dalam hati, ini judul gila apa ya? disaat yang lain pada keluar ini malah disuruh masuk. Akhirnya dibacalah artikel tersebut dengan penuh penasaran. Setelah selasai membaca, ada benarnya juga ini artikel, saat krisis kan harga pada murah jadi harus beli dan dijual saat harga naik nanti.

Penulispun memutuskan untuk ikut membeli unit pemilikan reksadana saat itu. Tapi karena kurangnya ilmu tentang reksadana, akhirnya sebelum membeli mencari info terlebih dahulu baik googling atau bertanya ke teman-teman. Beberapa bulan kemudian, setelah merasa cukup informasi tentang reksadana dan kebetulan habis terima uang bonus tahunan dari tempat kerja, tanpa pikir panjang penulis langsung datang ke kantor manajer investasi dan langsung membeli unit pemilikan reksadana. Saat ini reksadana yang beli adalah jenis campuran, dengan harga Rp. 400/UP (UP baca: unit pemilikan) sebanyak 9000 unit. Setelah melakukan pembelian, bukti surat kepemilikan reksadana pun penulis miliki. Hari demi hari berlalu berakumulasi menjadi minggu dan minggu pun berakumulasi menjadi bulan dan seterusnya, karena kesibukan dan lain hal penulispun seakan lupa kalo dulu pernah membeli reksadana.

Bacaan Lainnya

Singkat cerita, dua tahun kemudian, penulis sangat membutuhkan uang yang cukup besar jumlahnya karena ingin menikah. Setelah semua uang tabungan dikumpulkan, tetapi masih kurang sedikit lagi untuk mencapai nominal yang dibutuhkan. Penulispun merenung bagaimana cara menutupi kekurangan uang yang dibutuhkan, kemudian teringat kalo dulu pernah membeli reksadana. Saat itu juga penulis mencari dimana terakhir kali menyimpan surat kepemilikan reksadana, yang kebetulan penulis sudah lupa menyimpanya. Bukti surat kepemilikan akhirnya ditemukan di tumpukan paling bawah di dalam kardus yang berisi kertas-kertas bekas. Penulis langsung menghubungi contact yang tertulis di surat tersebut untuk menanyakan apakah surat kepemilikan ini masih berlaku dan bisa di uangkan?? Dan ternyata surat tersebut masih berlaku dan bisa diuangkan. Hal yang membuat penulis terkejut adalah harga unit pemilikan yang berubah dari awal beli hanya Rp 400 menjadi Rp 875 WOW..akhirnya kekurangan uang bisa tertutupi dengan menjual reksadana.

Kesimpulanya berinvestasi di reksadana itu mudah sekali yaitu BUY sekarang juga, lalu HOLD selama mungkin, kemudian SELL saat harganya sudah naik.

Demikian artikel mengenai mudahnya investasi di reksadana dan Selamat berinvestasi…

 

Pos terkait