Menjelaskan Contoh Alur Pembelian Saham dan Gambaran Umum proses Jual Beli

  • Whatsapp

Dalam sistem pasar modal, tidak sembarangan orang yang dapat menjual atau membeli saham, apalagi bagi kita yang masih pemula dan belum tahu apa itu perdagangan atau pasar saham. Dalam penjelasan contoh alur pembelian saham ada syarat-syarat tertentu untuk melakukan transaksi jual beli saham. Dalam artikel ini berikut akan saya paparkan bagaimana gambaran umum proses atau tata cara jual beli saham yang secara singkat dan jelas.

Jelaskan Contoh Alur Pembelian Saham

#1 Alur Pembelian Saham

a. Pembuatan Rekening

Pertama-tama kita harus tahu dulu bahwa saham itu punya kesamaan dengan tabungan. Keduanya butuh sebuah rekening. Tapi yang jadi perbedaan adalah, jika kita membuka rekening tabungan kita bakal ke kantor cabang bank terkait. Sedangkan kalau kita ingin membuka rekening saham atau rekening efek, kita harus mendatangi kantor perusahaan sekuritas atau broker.

Bacaan Lainnya

Pembukaan rekening ini juga bisa dilakukan secara online lho. Kita hanya perlu isi form yang disediakan di situs-situs perusahaan sekuritas. Setelah itu kita bakal dikirimi form untuk ditandatangani, dan form itu pun harus kita kirimkan kembali ke alamat kantor perusahaan sekuritas untuk diverifikasi.

b. Menyertakan Identitas

Selain mengembalikan form registrasi yang diberikan perusahaan sekuritas, kita juga diharuskan melampirkan dokumen lain. Dokumen-dokumen itu berupa:

– Kartu identitas: bisa berupa KTP atau paspor. Jangan lupa bawa fotokopinya juga ya.
– Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
– Fotokopi buku tabungan
– Fotokopi Kartu Keluarga
– Materai 6 ribu

Jika bicara pasar sekuritas, perusahaan sekuritas itu ada apa saja ya? Salah satunya adalah Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, Valbury Sekuritas, Trimegah Sekuritas, Panin Sekuritas, dan masih banyak lagi. Pilih perusahaan sekuritas yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ya. Daftar lengkapnya bisa kita lihat di situs resmi OJK langsung.

c. Mengisi Dana Rekening

Dalam pembukaan rekening saham ini, kita bakal diminta menyetorkan dana. Jumlah dananya sendiri bervariasi, biasanya sih minimal di angka Rp 5 jutaan. Tapi kalau perusahaan sekuritasnya adalah perusahaan asing, bisa-bisa kita diminta setor Rp 10 hingga Rp 50 jutaan. Setoran ini akan langsung mengaktifkan rekening efekmu. Dan kita pun bakal diberikan login ID dan pin untuk mengakses aplikasi yang digunakan untuk membeli saham.

#2 Mendownload Aplikasi Saham

Aplikasi trading saham itu sendiri bisa kita unduh di situs perusahaan sekuritas terkait. Atau jika kita mau main sahamnya pakai ponsel, ya coba saja cari di Google Playstore atau iStore. Pertama nih, kita bakal diminta menginstall aplikasi milik perusahaan sekuritas itu. Bisa di laptop atau bisa juga di ponsel. Kalau kita masih bingung cara menggunakan aplikasinya, datangi saja cari customer care perusahaan sekuritas tersebut dan minta diajarin.

Baca Juga : Strategi Trading ala Snipper

#3 Cara Membeli Saham

Sesudah kita mendownload aplikasi saham, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pembelian saham itu sendiri.Terdapat dua cara membeli saha yaitu :

1. Melalui broker (pialang saham). Kita dapat memerintahkan order pembelian melalui broker kita (tempat membuka rekening saham) baik itu secara langsung atau melalui handphone.

2. Kita dapat memilih saham mana yang akan kita beli pada hari itu juga. Akan tetapi sebelum itu kita diharuskan “mengamati” dan mencari tahu mana saja saham yang sekiranya potensial untuk kita beli.

Demikian alur dari contoh pembelian saham, di jaman serba modern ini, pembuatan rekening saham sudah bisa dilakuka secara online dan tidak perlu datang ke bank. Selain itu pula saham juga memiliki beberapa pilihan selain saham konvensional, juga terdapat saham syariah yang tentunya sudah mendapat legitimasi dari Dewan Syariah Nasional, sehingga saham yang kita beli tidak menyalahi aturan dan membantu perekonomian umat islam.

Pos terkait