Mau Jadi Investor atau Trader Saham??

  • Whatsapp

Baik investor atau trader yang baru terjun ke dunia saham, biasanya mereka tidak bisa membedakan konsep investing dan trading. Sebenarnya ada perbedaan yang cukup mendasar antara kegiatan investasi dan trading.

Menurut pendapat secara umum, melakukan investasi dan trading memiliki substansi yang sama. Cara pandang seperti ini ada benarnya juga, karena investasi dan trading saham merupakan kegiatan sama-sama membeli saham untuk dijual kembali di kemudian hari pada saat harga lebih tinggi dan hasil akhirnya mendapatkan profit yang diharapkan. Sekilas memang mirip, tetapi sebenarnya ada hal esensial yang membedakan nya. Untuk mempermudah penjelasan nya, mari kita perhatikan ilustrasi berikut ini.

Bacaan Lainnya

Ilustrasi pertama:
Pak Budi merupakan pebisnis sapi yang sukses, beliau sering datang ke pasar ternak untuk mencari sapi untuk di ternaknya dengan teliti. Beliau mempertimbangkan banyak hal mulai dari kebersihan badannya, kesehatan nya sampai berat badannya. Akhirnya pilihannya jatuh pada sapi muda yang masih sehat. Dari pilihannya tersebut dia melihat ada potensi sapi muda menjadi lebih besar di kemudian hari dan akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi di banding saat ini. Beliau membeli bibit sapi ini dengan harga yang tidak murah, tetapi menurut nya bukan suatu masalah karena sapi yang dia pilih merupakan sapi yang berkualitas.

Dibawalah sapi tersebut ke kandang dekat rumahnya, dirawat dan dipelihara nya dengan baik. Selang beberapa tahun kemudian, dibawa kembali sapi tersebut ke pasar, tentunya dengan kondisi yang jauh berbeda saat membelinya beberapa tahun yang lalu. Saat ini sapi tersebut sudah jauh lebih besar dan lebih gemuk. Akhirnya pak Budi berhasil menjual sapi peliharaan nya dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Ilustrasi kedua:
Di pasar yang sama ada juga pebisnis sapi bernama pak Arif, pak Arif ini juga sering berkeliling pasar ternak sapi. Dari hasil pengamatan nya, terlihat di pasar ternak tersebut banyak sekali peminat sapi. Melihat peluang ini, akhirnya pak Arif pun membeli seekor sapi, tetapi beliau tidak terlalu memperhatikan kondisi kesehatan, kebersihan dan berat sapi seperti yang dilakukan pak Budi. Hal yang ada di fikiran pak Arif yang penting beliau punya sapi untuk dijual. Sesaat setelah membeli sapi tersebut, pak Arif langsung berkeliling pasar untuk menawarkan sapi yang baru dibelinya. Setelah sapi nya laku terjual, beliau akan mencari lagi sapi yang menurut beliau bisa dijual lagi dan begitu lah seterusnya. Jika peminat sapi sudah jarang di pasaran, maka barulah beliau menghentikan proses jual belinya.

Dari kedua ilustrasi diatas, pak Budi dan pak Arif sama-sama berbisnis sapi, tetapi ada perbedaan proses bisnis yang di lakukan pak Budi dan pak arif. Kegiatan yang dilakukan oleh pak Budi merupakan investasi sedangkan yang dilakukan pak Arif adalah trading.

Dari ilustrasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa investasi dipasar saham adalah kegiatan membeli suatu saham perusahaan, untuk disimpan dengan jangka waktu tertentu dan dijual kembali pada waktu yang akan datang dengan mengharapkan profit dari proses jual beli ini. Jangka waktu yang digunakan untuk investasi ini biasanya cukup lama bisa berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Strategi nya adalah membeli saham perusahaan sehat dengan fundamental yang baik dan investor tidak terlalu peduli dengam fluktuasi harga jangka pendek. Yang paling diperhatikan adalah, selama perusahaan tersebut masih berkinerja baik, sahamnya akan terus di simpan. Dia akan menjualnya jika kinerjanya sudah buruk atau dia rasa harga sahamnya sudah terlalu mahal dibandingkan dengan fundamental perusahaan tersebut.

Sedangkan trading dipasar saham adalah kegiatan membeli saham suatu perusahaan dengan tujuan akan menjual nya kembali dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama dengan mengharap profit dari proses jual beli ini. Biasanya trader menahan saham yang dibelinya tidak terlalu lama bisa harian atau mingguan. Strategi yang diganakan trader adalah membeli saham perusahaan yang harganya memiliki potensi naik dalam waktu dekat. Jadi fokus dari tader adalah pergerakan harganya, dia tidak akan terlalu peduli dengan kesehatan perusahaan.

Sebelum terjun ke dunia saham, alangkah baiknya kita putuskan terlebih dahulu mau jadi investor atau trader. Jika kita tidak mengidentifikasi nya terlebih dahulu, maka kita akan mendapatkan kesulitan di dunia saham. Maksudnya begini, kita mengaku sebagai investor saham, tetapi isi portofolionya saham-saham perusahaan yang fundamental nya tidak jelas, saham gorengan dan sebagainya. Setiap melihat fluktuasi harga saham dalam jangka pendek selalu panik. Begitu pun sebaliknya, kita mengaku sebagai trader, tetapi tidak memiliki rencana trading yang jelas atau menjadi investor dadakan karena tidak berani cut loss saat harga saham berbalik turun.

Lakukanlah inisiasi terlebih dahulu sebelum masuk ke dunia saham agar anda tidak dimangsa oleh kejamnya dunia saham. Semoga bermanfaat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar