Kelebihan dan Kekurangan Investasi Emas

  • Whatsapp

Sampai saat ini, investasi emas menjadi pilihan yang banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia.

Hal ini bisa terjadi bukan karena tidak ada pilihan investasi lain, namun lebih karena tingkat kepercayaan masyarakat yang lebih tinggi untuk berinvestasi pada emas.

Bacaan Lainnya

Nah, pada pembahasan kali ini kami akan mencoba untuk menjelaskan kepada Anda tentang beberapa kelebihan dan kekurangan saat berinvestasi emas.

kelebihan-dan-kekurangan-investasi-emas

Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Empat Keuntungan Berinvestasi Emas

1. Tingkat Likuiditas

Tingkat likuiditas emas sangat tinggi yang artinya Anda bisa dengan mudah menukar emas yang dimiliki menjadi uang tunai di mana saja dengan cepat.

2. Nilai Emas di Masa Depan

Emas termasuk jenis investasi yang cenderung mempertahankan nilainya seiring dengan waktu. Jika dilihat riwayat nilainya, harga emas akan cenderung naik dan meningkat dari tahun ke tahun.

Hal inilah yang membuat banyak masyarakat lebih percaya dan sangat suka berinvestasi emas.

3. Aset Untuk Melindungi Kekayaan

Emas bisa bermanfaat untuk melindungi aset dari tingkat inflasi dan krisis ekonomi yang sedang terjadi.

Saat inflasi berlangsung, harga emas akan cenderung meningkat dan menjadi lebih tinggi.
Hal ini tentu saja berbeda dengan uang tunai yang Anda pegang, dimana nilainya akan terus menurun saat terjadi inflasi.

4. Diversifikasi Investasi

Diversifikasi sangat bermanfaat untuk menurunkan tingkat resiko investasi yang Anda hadapi. Emas bisa menjadi salah satu pilihan diversifikasi untuk portofolio investasi yang Anda miliki.

Hal ini dikarenakan nilai emas seringkali berlawanan dengan pasar saham dan nilai mata uang.

3 Kekurangan Berinvestasi Emas yang Perlu Dipertimbangkan

1. Tidak Menghasilkan Pendapatan Pasif

Jika Anda berinvestasi untuk mendapatkan cash flow berupa pendapatan pasif, maka emas bukanlah pilihan terbaik.

Saat berinvestasi emas, Anda tidak akan mendapatkan bunga atau dividen seperti saat Anda berinvestasi di obligasi dan saham.

Satu-satunya keuntungan investasi yang akan didapatkan adalah saat Anda menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dari harga beli.

2. Butuh Tempat Penyimpanan

Membeli emas membuat Anda perlu untuk memiliki tempat penyimpanan secara fisik. Itu artinya saat investasi bertambah, Anda memerlukan ruang atau tempat penyimpanan yang lebih besar dari sebelumnya.

3. Mengundang Orang Berbuat Jahat

Emas memiliki bentuk fisik yang bisa dilihat dan dipegang secara langsung. Dengan demikian investasi emas sangat beresiko terjadinya tindak pencurian oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hal di atas tentu saja tidak akan terjadi saat Anda memiliki aset finansial seperti reksadana, saham, atau obligasi.

Sebab kepemilikannya hanya dalam bentuk surat yang suatu saat bisa ditarik hanya pada rekening yang Anda miliki.

Itu artinya resiko pencurian aset finansial sangat rendah daripada pencurian aset emas yang bisa dilihat secara fisik.

Jika Anda terlalu khawatir dengan 3 masalah di atas saat akan berinvestasi emas, maka pilihan investasi bisa dijatuhkan pada jenis yang lain.

Kapan Saat yang Tepat Berinvestasi Emas?

Kami lebih menyarankan Anda untuk berinvestasi emas pada saat sedang terjadi inflasi yang bisa menekan nilai mata uang sebuah negara.

Saat infasi terjadi pada sebuah negara, maka harga emas akan semakin meningkat.

Berapa Persentase Portofolio yang Harus Diinvestasikan Pada Emas?

Untuk menjawab pertanyaan ini tidak ada aturan yang menjelaskan tentang berapa banyak persentase yang harus Anda investasikan. Jawabannya adalah tergantung dari seberapa nyaman Anda berinvestasi dan profil resiko yang dimiliki.

Jika Anda termasuk orang yang konservatif dan takut menghadapi resiko saat berinvestasi, maka kami sangat menyarankan untuk memiliki persentase yang lebih besar pada emas.

Namun, jika Anda masih muda dan memiliki profil resiko yang agresif, sebaiknya jangan terlalu banyak berinvestasi di emas.

Anda bisa berinvestasi di instrumen investasi yang lebih beresiko dan mampu menawarkan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *