INVESTASI REKSADANA

  • Whatsapp

INVESTASI REKSADANA

Investasi Reksadana, mungkin bagi sebagian penduduk yang berdomisili di kota besar sudah tidak asing lagi dengan kata tersebut. Yups..reksadana merupakan salah satu alternative instrument investasi bagi pemula. Bagi newbie dengan adanya reksadana ini sangat diuntungkan. Karena kita hanya “menitipkan” dana kita kepada seorang menajer investasi, kemudian biarkan si manajer ini yang bekerja. Kita tidak perlu dulu mengetahui teknik, cara dan lain sebagainya untuk berinvestasi, karena sudah ada manajer investasi yang lebih berpengalaman. Dengan kata lain kita ini sebagai “bos” nya manajer investasi. Selain kita yang mengawasi manajer ini ada juga pihak lain yang mengawasinya yaitu bank custodian. Sejauh ini terdengar aman dari resiko penyelewengan karena ada dua orang yang mengawasi manajer investasi. Tetapi tetap saja kita harus waspada dalam memilih produk reksadana. Lantas bagaimana cara berinvertasi di reksadana.

Bacaan Lainnya

Pertama cari dulu lembaga yang menjual reksadana, karena reksadana tidak tersedia di bank tempat kita menabung. Kalopun ada di bank, biasanya Cuma numpang tempat saja, dia tetap terpisah dari transaksi finansial bank. Ada juga lembaga-lembaga keuangan non-bank yang menyediakan reksadana.

Kedua kita lihat prospectus dari reksadana yang ditawarkan. Prospectus ini isinya tentang tata cara pembelian dan penjualan kembali reksadana, informasi tentang manajer investasi, informasi tentang pengalokasian dana investasi.

Ketiga tentukan jenis reksadana yang akan dipilih untuk instrumen investasi kita. Ada beberapa jenis reksadana yang bisa kita pilih sebagai instrumen investasi, yaitu:

Reksadana beresiko rendah, potensi return rendah: Reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap,

Reksadana beresiko sedang, potensi return sedang: Reksadana campuran,

Reksadana beresiko tinggi, potensi return tinggi: Reksadana saham.

Keempat datang ke bank atau ke agen penjualan reksadana. Siapkan dokumen pendukung saat kita hendak melakukan pendaftaran yaitu KTP dan NPWP.
Kelima siapkan dana untuk melakukan pembelian reksadana yang telah kita tentukan.

Manajer investasi biasanya memberikan laporan perkembangan hasil investasi di tiap bulanya, jadi kita bisa memonitoring kerjaan si manajer investasi ini bener tidak. Nah jika kita merasa kok kinerja nya biasa-biasa aja atau malah turun tidak sesuai dengan  prospectus yang ditawarkan, maka kita bisa out dari reksadana tersebut dan kita bisa pindah ke reksadana yang lainnya. Di pasar reksadana ini ada yang disebut dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB), NAB ini lah yang dijadikan parameter keberhasilan sang manajer investasi (MI). NAB ini bisa terbentuk dari keuntungan atau kerugian dari transaksi sang manajer investasi. Jika NAB nya turun terus bisa disimpulkan  bahwa manajer ini rugi terus dalam setiap transaksi. Begitupun sebaliknya jika manajer untung maka nilai NAB nya akan naik  terus. Nilai NAB ini akan diupdate setiap hari, tinggal kita kunjungi website MI nya atau bisa dilihat juga disurat kabar.

Selamat berinvestasi…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *