Candlestick dengan False Signal (Pinocchio candle)

  • Whatsapp
Candlestick dengan False Signal (Pinocchio candle)

kalau ada candle berbentuk seperti ‘Pinocchio’ (pinokio) karena candlestick penentunya berbentuk ‘short body with long shadow’ atau badan yang pendek dengan bayangan yang panjang. Sekilas, polanya menyerupai hidung pinokio ketika ia sedang berbohong. ‘Kebohongan’ yang tampak pada candlestick ini bisa dideteksi dan menghasilkan keuntungan apabila dikelola dengan baik.

Pinocchio Candel seringkali dianggap sebagai “false swing” atau gerakan tipuan. Sebagai contoh, apabila tren naik yang terjadi berbentuk Candle seperti Hammer (palu) disertai ekor (bayangan) panjang ke bawah dan badan yang sempit, maka terindikasi bahwa tekanan turun masih belum kuat. Hammer yang tampak tersebut juga yang disebut dengan Pinocchio Cande atau Pin Bar (jarum) apabila terbentuk pada pasar yang trending (sideway).

Bacaan Lainnya

KARAKTERISTIK DASAR

Kegagalan harga untuk bertahan di atas zona resistance ataupun di bawah zona support dianggap sebagai ‘kebohongan harga’ dan membentuk pola Pinocchio Candel’.

Bearish Pinocchio Candle terbentuk saat kenaikan harga terjadi di atas zona resistance, tetapi level open dan close-nya kembali ke bawah zona tersebut. Dalam hal ini, zona resistance yang paling umum adalah level high sebelumnya atau sebuah trendline. Level sell terletak pada pembukaan candle setelah penutupan Pinocchio Candle.

Bullish Pinocchio Candle terbentuk saat terjadi penurunan harga di bawah zona support, tetapi level open dan close-nya masih di atas zona tersebut. Zona support dapat berupa level low sebelumnya atau sebuah trendline. Level buy terletak pada pembukaan candle setelah penutupan Pinocchio Candle.

Pada beberapa produk yang pergerakannya fluktuatif, terdapat beragam variasi level masuk (entry) ke pasar. Level entry dapat diambil setelah harga kembali retrace sebesar 50% Fibbonaci Level dari pinocchio Candle. Sementara untuk produk yang pergerakannya lebih stabil, dapat menggunakan level pembukaan candle setelah penutupan Pinocchio Candle.

Cut Loss ditempatkan pada level harga yang lebih tinggi dari high Bearish Pinocchio Candle, dan lebih rendah dari low Bullish Pinocchio Candle. Target profit pada strategi ini mengacu pada komposisi Risk : Reward = 1 : 2 atau 2 kali dari resiko (terkadang diperoleh 1 : 3). Sementara itu, trader yang lebih konservatif dapa menempatkan level take profit terhadap rasio sebesar 1 : 1.

Kelemahan dan Keunggulan

Efektifitas trading Pinocchio bisa berbalik merugikan apabila penggunaannya tidak tepat dan tidak sesuai dengan kondisi pasar. Sebagai contoh, saat kondisi sedang uptrend (naik), kita mendapati Bullish Pinocchio (bayangan memanjang ke bawah dengan badan sempit) yang membentuk level support kuat dengan indikator Oscillator menunjukkan sinyal Bullish Divergence.

Dalam hal ini, kita dapat segera mengambil posisi Buy. Tetapi apabila sinyal Pinocchio Candle membentuk Bearish Pinocchio (bayangan memanjang ke atas dengan badan sempit) dengan kondisi yang sama, maka bencana akan datang jika kita mengambil posisi sell, dan menyebabkan terjadiya cut loss.

Dari situ bisa disimpulkan bahwa strategi trading Pinocchio membutuhkan latihan untuk mengeksekusinya meskipun kelihatannya cukup mudah. Adapun kelemahan kedua yaitu diperlukan level cut loss yang cukup besar, sebagaimana dijabarkan pada bagian karakteristik dasar di atas.

Namun apabila diterapkan secara benar, Pinocchio memili keunggulan berharga yaitu efektivitasnya yang tinggi pada dasar sideway/trending. Tetapi harus disertai pula pertimbangan bahwa kita hanya bertransaksi pada saat arah harga bergerak sesuai tren dan dalam kondisi pasar bolak-balik. Jika digunakan dengan benar, strategi Pinocchio Candle sangat handal untuk memberikan informasi yang jelas tentang keadaan pasar pada suatu periode.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *